Author : Yoshiki Nakamura

Sumbu sebagian besar cerita Skip Beat! adalah “pembalasan dendam” seorang cewek Kyoko Mogami. Kyoko ditampung oleh ayah ibu Shotaro, yang memiliki usaha peristirahatan di Kyoto, sejak kecil. Dididik dan dibesarkan menjadi calon istri penerus usaha keluarga, Kyoko pun sudah jatuh cinta pada Shotaro sejak lama, namun cowok itu memiliki impian lain, menjadi super star musik dan memilih pindah sendiri ke Tokyo, sambil memanfaatkan kesetiaan Kyoko untuk melayani kebutuhannya selama ada di kota besar tersebut.

Namun ketika Shotaro mulai menapaki masa jaya, Kyoko menyadari kelicikan dia. Sebuah kotak Pandora dalam diri Kyoko terbuka, dan sejak saat itu hanya balas dendam yang ada di pikirannya : mengalahkan kebesaran Shotaro dengan segala cara, antara lain bergabung dengan perusahaan rival yang mensponsori Shotaro. Mengikuti audisi demi audisi..Sampai akhirnya ditempatkan di sebuah bagian bernama Love Me Section, untuk memulas kekurangannya.

Seperti halnya cerita shojou, syarat mutlak adalah hadirnya bishonen lain yang potensial. Ren Tsuruga aktor berbakat bekerja di atap yang sama dan sering berinteraksi dengan Kyoko. Selanjutnya, tebak saja, gampang kok….Walaupun fokus Kyoko tetap Shotaro, bukan berarti kebencian selalu kebencian dan yang tidak suka tetap tidak suka…atau benarkah ia ingin jadi artis, semua itu diaduk-aduk saja seperti adonan kue.

Kelebihan Skip Beat! adalah pada penceritaan penuh humor. Seperti menonton komedi Pretty Woman, biarlah tidak sesuai realitas dan penuh plot serba kebetulan, karena mendongengkan mimpi itu lebih penting. Setelah bangun, terserah apa pembaca mau berpikir atau tidak, “eh, emang beneran kerjaan di dunia entertainment itu kayak begitu?” Bagi yang sudah mengerti beberapa representasi ala Bollywood yang digambarkan rata2 hasil imajinasi pengarang belaka, mungkin akan tergeli-geli atau memaki-maki. Ah, sekali lagi ini hiburan! Sah-sah saja kok. Tentu saja itu tidak berlaku buat pembaca yang menganggap serius sebuah background, sebagai fondasi bangunan yang tidak patut dipandang remeh.

Audisi-audisi mengingatkan kepada audisi Garasuru no Kamen, formulanya satu tipe, hanya lebih ringan seperti soda pop saja.

Para karakter dari presdir yang aneh ke cowok bishonen modis dengan dagu lancip, kebanyakan close up dipakai untuk menampakkan pesona. Kesan kulit luar dilebih2kan, tidak terlalu dalam, biasa2, sudah terlalu umum yang bersifat seperti itu di cerita2 shoujo. Tokoh jahat, asal tampak sensual akan dipuja dan dianggap berkarakter. Beware, rata2 wajah tokoh bishounen di manga ini setipe (entah bagaimana dengan anda, dikelilingi pria dengan wajah2 klon kembar siam bagaimanapun bishonennya, bagi saya sudah cukup menakutkan! ). Tokoh cewek lumayan, ada satu yang menarik secara karakter. Malah mengalahkan tokoh utama.

Pertama memang seru mengikuti, namun semakin ke belakang mulai membuat bosan, karena plot adukan itu. Untuk penggemar kisah romans mimpi indah, atau mungkin..yang sedang terinspirasi membuka kotak pandora balas dendam, boleh melirik seri ini. Kalau tidak lebih baik mencari genre lain (karena Skip Beat! cukup panjang, tetaplah ekonomis). Lagipula versi anime seri ini juga akan hadir.

Menjual mimpi Cinderella di dunia entertainment. Sebetulnya keheranan akan laris manisnya tema ini juga sudah lama terjawab. Bukankah itu resep yang laku dijual oleh sinetron2 kita dengan kemasan yang berbeda? Lihatlah semarak lomba idol-idol lokal, tetap menarik bukan bagi remaja sepelosok Nusantara?

Rating : 15+