Di dunia mitologi Saint Seiya, setiap 200 tahun selalu terjadi Holy War (perang suci) antara dewi perang, Athena dan dewa kematian, Hades. Athena dengan 99 Saints-nya dan Hades dengan 108 Spectres. Pertanda dimulainya perang adalah ketika ruh Hades mengambil alih tubuh pemuda berjiwa murni yang ia beri tanda dengan kalung ’segel’ bertuliskan “Your’s Ever.” Sementara Athena sendiri akan bereinkarnasi menjadi seorang gadis.
Holy War dalam kisah The Lost Canvas terjadi sekitar abad 18, di Eropa. Alkisah, Tenma, seorang bocah keturunan Jepang, bersahabat erat dengan dua bocah Italia : Alone dan adiknya Sasha. Alone, yang terkenal berhati lembut, anti kekerasan, bercita-cita menjadi pelukis. Mereka bertiga tumbuh besar seperti saudara dalam rumah yatim-piatu, sampai akhirnya Sasha diadopsi seseorang dan Tenma diangkat sebagai murid oleh pendekar misterius-berkat aksi kepahlawanannya. Tiga bocah itu berjanji akan saling mengenang dengan mengenakan gelang bunga di tangan masing2, sebagai tanda ikatan.
Selang beberapa tahun kemudian, mereka bertemu dalam ikatan takdir erat, namun, berlawanan, yaitu di tengah Holy War! Sasha adalah reinkarnasi dari Athena. Tenma merupakan salah seorang saintnya yaitu, Pegasus Saint. Alone, diluar dugaan, menjelma menjadi Hades yang kejam dan melakukan pembantaian di kota kelahirannya. Konon sebelum keberangkatan Tenma, Alone telah “dipilih” dan dikalungi oleh seorang gadis bernama Pandora.
Lukisan Hades-Alone mampu membunuh serta menghidupkan makhluk hidup. Lukisan terbesarnya yang menghiasi langit, Lost Canvas, akan menghancurkan segenap isi bumi di saat lukisan itu rampung.
Gold Saints, Silver Saints, Bronze Saints bersatu melawan Hades dan pasukan Spectres. Pegasus Tenma di dampingi oleh Bronze Saint Unicorn Yato dan Silver Saint Crane Yuzuriha. Kunci peperangan terletak pada Pegasus Saint, setia pada legenda yang berulang setiap 200 tahun. Ikatan masa kecil Pegasus-Athena-Hades, membawa dampak yang cukup kuat bagi Holy War kali ini.
Selain Yotsuba, Miura Hayasaka (早坂みうら) adalah tokoh yang kusuka. Anak yang kreatif, tomboy, ceplas-ceplos, dan agak jail juga. Awalnya mengira dia adalah seorang anak cowok yang imut, teman Ena. Ternyata anak cewek, baru ketahuan setelah dia muncul pakai rok gara-gara diledek oleh Takashi Takada alias Jumbo.
Prestasi Miura yang belum terlupakan adalah karyanya Cardbox, atau di manga versi bahasa Indonesia disebut Kardo. Walaupun sering menggerutu saat mengerjakan PR musim panas, Miura terbukti cukup kreatif, dengan membuat sebuah robot dari kardus plus lampu itu. Entah berapa nilai yang ia dapat untuk hasil PR musim panas Daur Ulang tersebut.
Manga Yotsuba banyak menyampaikan pesan mengenai lingkungan hidup. Pada awal-awal kisah ada selipan humor mengenai “pemanasan global. Di volume 6 cukup banyak bicara mengenai sepeda.
Tidak tanggung-tanggung, 5 jenis sepeda ditampilkan mulai dari folding bike (Torako), mountain bike (Asagi), children bike (Yotsuba), uni wheel bike (Miura), dan city bike..(Koiwai, Fuuka).Bahkan pada kisah yang berbeda-beda dalam beberapa volume.

